Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka kemungkinan penambahan kategori baru dalam program 15 golongan penerima layanan transportasi umum gratis di ibu kota.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas transportasi publik melalui skema subsidi silang yang sudah berjalan.
“Kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis. Bagi yang mampu, ya, bayarnya lebih tinggi sedikit,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan agar bantuan subsidi lebih tepat sasaran, sehingga kelompok masyarakat yang kurang mampu dapat menikmati layanan transportasi tanpa biaya, sementara pengguna yang lebih mampu ikut berkontribusi lebih besar.
Selain itu, Pramono juga menegaskan bahwa penyesuaian tarif Transjabodetabek akan dikaji secara hati hati agar tidak mendorong masyarakat kembali menggunakan kendaraan pribadi.
Ia menyebut tarif nantinya akan disesuaikan berdasarkan jarak perjalanan, sehingga tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi warga.
“Tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi. Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini,” ungkapnya.
Pramono menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman dengan memperkuat layanan transportasi publik.
Meski ada rencana penyesuaian tarif, Pemprov DKI juga akan menambah jumlah armada agar layanan semakin baik dan lebih nyaman digunakan masyarakat.
Ia berharap langkah tersebut dapat membentuk kebiasaan baru masyarakat untuk lebih sering menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari hari.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026